Sulawesi Tenggara

PT. Taewon Indonesia Diduga Dengan Sengaja Buang Limbah B3 Di Selokan Kawasan Industri

 

Liputantoday.Com, (BEKASI) – PT.Taewon Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka II, Jalan Raya Industri Selatan I Blok LL 6, Cikarang, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat diduga kuat telah membuang limbah berbahaya dan beracun (B3) diselokan (red-drainase)depan perusahaan yang mengalir hingga kali Cilemah abang Kabupaten Bekasi.

Limbah cair berwarna putih susu yang di duga sisa dari cucian lem karton mengalir di selokan yang mengarah kali besar milik warga Kabupaten Bekasi dan dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem lingkungan dan sumber mata air warga.

Ketika Liputantoday.com melakukan penelusuran di lokasi perusahaan,bersamaan itu pula ada tiga petugas, dua dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi yang ternyata kepala bidang penaatan dan penegakan hukum Agus Dahlan dan Kasi Gakkum DLH Kabupaten Bekasi Surahman serta satu orang petugas LH kawasan Jababeka, yang mendapati temuan pembuangan limbah B3 yang sama di solokan samping perusahaan.

Agus Dahlan, Kepala Bidang Penataan dan Penegakkan Hukum Kab.Bekasi yang kala itu juga ada di lokasi bersamaan dengan media, mengatakan,” limbah ini sangat mengganggu bagi kelangsungan hidup khususnya bagi manusia. Limbah dapat menurunkan kualitas lingkungan baik air, tanah, maupun udara, dan limbah bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, makanan dan kontak langsung dengan kulit,” ujarnya kepada tim awak media, Rabu (16/05), sekitar pukul 15.40 WIB di samping perusahaan.

Agus menambahkan, pihak DLH Kabupaten Bekasi segera menindak tegas perusahaan tersebut serta mencarikan solusi untuk masalah ini, dan Agus akan secepatnya berkoordinasi dengan Tim Terpadu Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi agar perusahaan-perusahaan lain di wilayah Kabupaten taat akan aturan,” tegasnya.

Adapun dasar hukumnya sudah jelas mengenai Limbah, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup pada pasal 20 yang isinya ;

Baku Mutu Lingkungan Hidup

(1) Penentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkungan hidup.

(2) Baku mutu lingkungan hidup meliputi:

a. baku mutu air;

b. baku mutu air limbah;

c. baku mutu air laut;

d. baku mutu udara ambien;

e. baku mutu emisi;

f. baku mutu gangguan; dan

g. baku mutu lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(3) Setiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan:

a. memenuhi baku mutu lingkungan hidup; dan

b. mendapat izin dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai baku mutu lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, huruf c, huruf d, dan huruf g diatur dalam Peraturan Pemerintah. (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai baku mutu lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, huruf e, dan huruf f diatur dalam peraturan menteri.

Serta Undang-undang nomer 32 tahun 2009 pada pasal 100 yang isinya;

“Setiap orang yang melanggar baku mutu air limbah, baku mutu emisi, atau baku mutu gangguan dipidana, dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”.

Sementara itu pihak management PT.Taewon Indonesia yang di wakili Manager Hrd Widarto ketika di hubungi awak media lewat pesan Whasapp telphone selulernya,menjelaskan dengan singkat.

“Sebenarnya kita tidak membuang limbah B3 ke drainase, mungkin ada ceceran yang terlepas dari kontrol kami, lebih baiknya besok jika ada waktu bapak bisa ketemu saya di PT. Taewon.(A.riri).

Editor : Fauzi

Welcome
Sultra
Comments
Loading...
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: