Polres Metro Bekasi Berhasil Ungkap Kasus Miras Oplosan Ginseng Di Beberapa Wilayah Bekasi

 

Liputantoday.Com, (BEKASI) – Kepolisian Resort Metro Bekasi menggelar pres release atas keberhasilan mereka mengungkap peredaran miras oplosan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Wakapolres Metro Bekasi AKBP Pol Luthfie Sulistiawan, SIK yang diwakili Kasat Reskrim AKBP Rizal Marinto SIK, Kasat Narkoba AKBP Arlon Sitijak,SH dan didampingi Kasubbag Humas AKP Sukrisno, SH, para Kanit Reskrim beserta anggotanya mengatakan, meski ancaman sanksi tegas maupun denda besar yang digaransikan oleh Kepolisian kepada pengedar minuman keras, nampaknya masih belum membuat para oknum pengedar miras di wilayah Polres Metro Bekasi jera.

Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya miras yang masih beredar di kalangan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Kendati demikian, Polres Metro Bekasi sejauh ini terus rutin melakukan merazia dan operasi pemberantasan miras di wilayah tugasnya masing-masing yang tujuannya peredaran miras illegal di Kabupaten Bekasi benar-benar hilang.

“Dalam operasi ini Polrestro Bekasi mengamankan  minuman keras Oplosan dan minuman keras dari berbagai merk dari beberapa tempat yang berbeda, seperti warung jamu milik Heru bin S warga Solok Sumatra Barat dan HAM warga Padang Sumatra Barat,” ujar Wakapolres.

Lanjut Wakapolres, keberhasilan dalam pelaksanaan razia tersebut merupakan peran aktif masyarakat dalam membantu pihak Kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat, dan pihaknya berjanji akan terus melakukam razia minuman keras untuk menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Modus para pelaku diawali dengan pelaku Heru bin S melakukan penjualan miras jenis Ginseng dimana Miras jenis Ginseng tersebut merupakan miras olahan yang tidak disertai dengan label kesehatan yang dikeluarkan oleh badan POM dan Depkes.

Kemudian pelaku Heru bin S melakukan pengolahan dan penjualan miras buatan sendiri dengan mencampurkan Accent (perasa), Alkohol dan air serta pewarna yang kemudian di packing dengan menggunakan plastik dan botol. Setelah minuman tersebut siap dijual, pelaku Heru bin S menjual minuman tersebut dengan harga Rp.10.000 perbungkus kepada pelanggan yang biasa membeli.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas, Ginseng,anggur intisari,anggur merah,masion serta beberapa ember miras oplosan dan juga minuman cola multivitamin

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 62 UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen dan pasal 137 UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan 5 tahun penjara dan denda 2 Miliar rupiah.(A.riri/Fjr).

 

 

Editor : Fauzi

Welcome
Comments
Loading...
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: