Pelantikan Pejabat Esselon III Di Lingkungan BNNP Kepri

LiputanToday.com (Batam) – Badan Narkotika Nasional (BNNP) Kepulauan Riau pada hari Senin (17/09/2018), melaksanakan kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) BNNK Batam AKBP Darsono kepada AKBP Drs. Abdul Hasyim Panggabean di Lobby Gedung BNNP Kepri.

Sebelumnya, AKBP Abdul Hasyim Panggabean menjabat Kepala BNNK Tanjungpinang, Kegiatan Sertijab ini dihadiri oleh Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Djoko Susilo, serta jajaran staf dan management BNNP Kepri.

Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pergantian kepemimpinan merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi dan menjadi bagian dalam dinamika dan tuntutan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas kedepan, menumbuh kembangkan motivasi kerja, serta pendayagunaan SDM secara optimal yang akan berdampak kepada kwalitas dan kinerja pelaksanaan tugas.

Penyalahgunaan narkoba menjadi global komponen masyarakat dan bangsa di dunia, dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, seperti resiko penularan penyakit yang disebabkan oleh jarum suntik yang tidak steril secara bergantian. Dan komplikasi penyakit ketergantungan narkoba, meningkatnya kejahatan, menurunkan kwalitas SDM produktivitas dan kwalitas kerja, serta menyebabkan kerugian sosial ekonomi yang harus di tanggung oleh keluarga, masyarakat dan negara.

Menurut data hasil survey penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,77% atau setara dengan 3,3juta orang dan diantaranya sebanyak 26.540 orang penyalahguna berada di Kepulauan Riau.

Baca Juga
1 daripada 41

Tersangka yang berhasil ditangkap oleh BNNP Kepri dan Polda Kepri serta jajarannya pada tahun 2018 sampai bulan September sebanyak 490 orang, dan penyalahguna yang ikut program rehabilitasi baik rawat inap maupun rawat jalan saat ini berjumlah 347 orang.

Bila tersangka yang ditangkap dan penyalahguna yang mengikuti terapi rehabilitasi dijumlahkan, maka hanya 3,1 % penyalahgunaan narkoba di Kepulauan Riau yang teridentifikasi. Kondisi di atas memberi sinyal kepada seluruh komponen baik masyarakat, pemerintah dan swasta untuk bersama mencegah upaya peredaran, pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.

Kita harus terus berupaya agar masyarakat tahu paham dan sadar akan bahaya narkoba, sehingga nantinya masyarakat imun terhadap narkoba, sedangkan kepada para pengedar, bandar dan produsen harus dilakukan upaya penegakan hukum makimal yang dapat membuat efek jera.

BNNP Kepri berupaya melaksanakan P4GN di Kepri secara maksimal agar apa yang telah dicanangkan untuk Kepri bebas narkoba dapat terwujud, yaitu dengan meningkatnya masyarakat yang imun dan lebih aman dari peredaran gelap narkoba, menurunnya angka prevalensi narkoba, penyalahguna narkoba semakin pulih, dan tidak kambuh meningkat nya pengungkapan peredaran gelap narkoba.

BNNK Tanjungpinang dan Batam sebagai aparat negara yang diberi tugas namun mulia dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, harus mampu melaksankan tugas ini dengan baik, demi kemajuan Kota Batam dan Tanjungpinang yang sejahtera bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.(Andri).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.