Komplotan Mafia Tanah Yang Melibatkan Kades Dan Camat Di Segara Makmur Tarumajaya Bekasi Di Ringkus Sudit II Harda Polda Metro Jaya

Liputantoday.Com, (JAKARTA) – Subdit 2 Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus mafia tanah di Desa Segara Makmur Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang melibatkan oknum pejabat Desa, kecamatan dan figur dengan memalsukan Akta Jual Beli (AJB) dan Dokumen pendukungnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263, 264 dan 266 Jo. 55 KUHP.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2477/VII/2014 PMJ/Ditreskrimum, tgl 3 Juli 2014, dengan Pelapor Lilis Suryani sebagai pemilik tanah yang sah berdasarkan SHM no: 163 atas nama Lina dimana lokasi tersebut diperoleh berdasarkan AJB No. 227/JB/BS/TR/VII/1992 tanggal 20 Juli 1992 yang dibuat dihadapan Drs. Bambang Sulaksana selaku PPAT Kecamatan Tarumajaya yang keberatan atas terbitnya AJB no. 1368/Segaramakmur, tanggal 31 Desember 211 yang dibuat dihadapan Herman Sujito Selaku PPAT/Camat Tarumajaya.

Dengan dasar LP tersebut, Unit II Subdit 2 Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol. Samian, SH, SIK, MSI berhasil mengungkap Perkara Mafia Tanah tersebut.

Dalam siaran Pers, Bid. Humas Polda Metro Jaya mengungkapkan, pada tanggal 31 Desember 2011,tersangka H.M. Dagul bin Rasim bersama-sama dengan adiknya yakni Tersangka Jaba Suyatna dan Tersangka Agus Asep membuat surat palsu berupa Surat Kematian dan Keterangan Waris dari Almarhum Raci yang telah meninggal tahun 1973 dan tidak memiliki anak, sebagai pemilik Girik C. No. 315 atas nama Raci binti Marin dengan luas 7720 M2 yang dibantu oleh Tersangka H. M. Barif (bagian pemerintahan) yang menyiapkan data data sebagai berikut,

1). Alas hak atas tamak berupa Girik C. 315 seolah-olah atas nama Raci.

2). Surat Penguasaan Fisik.

3). Keterangan tidak sengketa dan surat-surat lain yang terkait untuk jual beli tanah. Faktanya bahwa Raci tidak mempunyai tanah di Kampung Kebun Kelapa, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, meninggal pada tahun 2006,dan telah menikah dengan memiliki 5 (lima) anak (Siti, Ruminah, Ipit, Parni, dan Taufik Hidayat) sebagai ahli warisnya.

Kemudian Surat-surat yang diajukan oleh Tersangka H.M. Dagul bin Rasim dan kawan-kawan, dilegalisir dan disahkan oleh Tersangka H. Amran (saat itu Kepala Desa Segara Makmur) dan Tersangka Agus Sopyan (saat itu sebagai Sekdes Segara Makmur) saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Segara Makmur, yang mengetahui kalau surat-surat tersebut tidak benar isinya.

Setelah dokumen/surat-surat siap, kemudian Tersangka H.M.Dagul bin Rasim (pihak penjual) dan Tersangka Hj. Melly Siti Fatimah (pihak pembeli) mendatangi rumah Tersangka Jaba Suyatna dan Tersangka Agus Asep untuk meminta tanda tangan di Surat Keterangan Waris dan Surat Kuasa untuk menjual sebagai data pendukung untuk AJB.

BACA JUGA :
1 daripada 9

Kemudian tanda tangan dari salah satu saudara para tersangka yakni Rosidin yang berada di Morotai Maluku Utara ditandatangani oleh Tersangka H.M.Dagul tanpa perserujuan,dengan sepengetahuan tersangka Hj. Melly Siti Fatimah Java Suyatna dan Agus Asep.

Setelah dokumen pendukung lengkap, kemudian Hj. Melly Siti Fatimah atas arahan H. M. Barif meminta bantuan Tersangka Syafii (Staff Desa), untuk membuatkan AJB, yang ditandatangani oleh para tersangka sebagai figur penjual dan pembeli, dan ditandatangani oleh para saksi pada saat AJB yakni para tersangka. Sedangkan, tandatangan-tandatangan dari salah satu saudara para tersangka yakni Sdr. Rosidin yang berada di Morotai Maluku Utara ditanda tangani oleh Tersangka H. M Dagul bin Rasim tanpa persetujuan, dengan sepengetahuan tersangka Hj. Melly Siti Fatimah, Jaba Suyatna, Agus Asep.

Pada saat transaksi tersebut, Hj. Melly Siti Fatimah menyerahkan langsung uangnya kepada tersangka H. M. Barif secara tunai kurang lebih Rp. 600 juta. Kemudian tersangka H.M. Barif kepada tersangka H. M. Dagul memberikan masing-masing sebesar Rp. 2.5 juta kepada tersangka Jaba Suyatna dan Tersangka H. Amran dan Tersangka H. Agus Sopyan.

Kemudian sekira bulan Juni 2012, tersangka Hj. Melly Siti Fatimah ditemani Awi Iskandar (adik Agus Sofyan), mendatangi kantor Kantor Kecamatan Tarumajaya dengan membawa AJB, semua dokumen pendukung termasuk BPHTB yang ternyata palsu, untuk meminta tandatangan Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara(PPATS),yang bertemu dengan tersangka Suhermansyah (staff Kecamatan), kemudian Tersangka Suhermansyah mengetik nomor dan hari tanggal transaksi, yang diisi dengan no, 1368 dan transaksi dilakukan pada hari Jumat 31 Desember 2011.

Setelah itu mendatangi rumah Tersangka Herman Sujito selaku PPATS/Camat Tarumajaya guna meminta tandatangan.

“Faktanya bahwa tersangka Herman Sujito pada Juni 2012 sudah tidak lagi menjabat sebagai PPATS/Camat Tarumajaya yang sudah diganti oleh Sofyan Hadi pada Mei 2011,” ujar Bid.Humas Polda Metro Jaya.

Selain itu dari hasil penyidikan didapatkan fakta, bahwa pada 31 Desember 2011 adalah hari sabtu dan buku regalisir telah ditutup dan ditandatangani oleh Herman Sujito pada 30 Desember 2011. Diluar tanggal tersebut ditemukan 163 AJB yang dibuat dan ditandatangani seolah-olah pada Jumat 31 Desember 2011.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka dikenakan Pasal 263,264, Dan 266 JO. 55 KUHP, dengan ancaman penjara 6 (enam)tahun. (red).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.