Dugaan TKD Desa Dijual, Puluhan Warga Lapor Ke Kejari Kabupaten Bekasi

Liputantoday.Com, (BEKASI) – Puluhan Warga asal Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, Senin (10/9/2018) kemarin, tak berapa lama, 5 perwakilan warga diterima, Haerdin, Kasie Intel Kejari Kabupaten Bekasi.

Salah satu perwakilan warga, Abdul Darip, yang ikut beraudensi mengatakan, Tanah Kas Desa (TKD) di Sriamur, Kecamatan Tambun Utara disinyalir sudah diperjualbelikan oknum ke pengembang perumahan.

“Kami sebagai masyarakat sangat prihatin. Petani sebagai penggarap lahan jadi beban pikiran untuk mereka. Tadinya mereka makan dan biayai anak sekolah dari hasil bertani, sekarang warga tersebut sudah tidak ada aktivitas,” Ucap Darip, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan Darip, ada sekitar 60 hektare lahan TKD, terbagi dalam 10 bidang milik desa yang berbeda. TKD itu, tadinya menjadi lahan produktif.

“Sekarang sudah digusur, mulai 6 bulan lalu. Habis penggusuran tidak ada realisasi pembangunan secara administrasi, terutama masalah izin. Dengar-dengar itu untuk perumahan,” ungkapnya.

Salah satu poin sambung Darip,” yang menjadi keberatan warga setempat, penggusuran sawah (atau lahan TKD) terjadi ketika padi hampir panen, kejamnya, pihak pengembang langsung melakukan penggusuran, tidak mau menunggu lebih lama.

Baca Juga
1 daripada 29

Alhasil lanjutnya, padi yang sudah merunduk dan menguning tergilas alat berat tanpa ada toleransi sedikitpun terhadap petani. Bahkan, akibat tak kuat menahan rasa frustrasi itu, salah seorang petani meninggal dunia.

Masih kata Darip,” sebenarnya ada ganti rugi untuk TKD itu, namun nominalnya dianggap tidak masuk diakal, misalnya Rp2 juta per hektare. Sebagian terpaksa mengambil dan lainnya tidak. Pengembang mendatangi rumah petani satu per satu.

Sementara itu, Kasie Intel Kejari Kabupaten Bekasi, Haerdin, menjelaskan, pihaknya akan menelaah laporan dari para warga itu dan akan menyampaikan hasilnya apabila proses penyelidikan telah rampung.

“Kita akan jalani sesuai SOP, kalau kurang tolong bantu saya informasi. Urus ini dengan bagus. Kita perang harus siap dengan peluru,” jelas Haerdin.

Ditambahkan Haerdin, laporan warga mesti lengkap dan disertai dengan data yang kuat. “Karena ini masih dugaan, kita harus pelajari dulu, nanti kita lihat. Apakah perkembangannya nanti ke Pidsus atau gimana, saya belum bisa bicara jauh,” Pungkasnya. (SB)

IKUTI KAMI ...
Baca Juga

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Translate »
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: