Bawaslu Diminta Bertindak Tegas Kampanye Ganti Presiden Di Pondok Pesantren

Liputantoday.Com, (JAKARTA) – Tim Kampanye Nasional (TKN) Calon Presiden (Capres) Joko Widodo-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin bereaksi atas kunjungan yang dilakukan kompetitornya pada Pemilu 2019 di lingkungan pendidikan, khususnya pondok pesantren (ponpes).

Silaturahim yang digelar pasangan kontestan nomor urut 2 di ponpes, khususnya Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno, mendapat sambutan meriah kalangan santri. Walaupun beberapa elit pengasuh ponpes di Jawa Timur menolak ditemui Sandiaga.

Direktur Relawan TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Maman Imanulhaq mengatakan pihaknya meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bertindak tegas kepada pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden yang berkampanye di lingkungan lembaga pendidikan.

“Kalau TKN Jokowi-Ma’ruf Amin sederhana saja. Kalau itu jadi regulasi yang kita harus patuhi secara bersama, ya kita patuhi,” kata Maman, yang juga politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma’ruf, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Baca Juga
1 daripada 49

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengingatkan paslon presiden dan calon wakil presiden berhati-hati saat berkunjung ke lembaga pendidikan: sekolah umum, pesantren, kampus perguruan tinggi.

“Kampanye tidak diperbolehkan di lingkungan pendidikan. Kalau datang ke kampus, ya, boleh. Untuk silaturahim nggak masalah. Memberi kuliah umum juga boleh, sepanjang dia tidak bilang, misalnya, Pak Sandiaga sedang menjelaskan, ‘oleh sebab itu kami harus ganti (presiden),” kata Rahmat di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018). (A.riri/RE).

IKUTI KAMI ...
Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Translate »
%d blogger menyukai ini: