Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Periksa Pelapor Paslon Prabowo-Sandiaga

LiputanToday.com (JAKARTA) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengorek keterangan anggota Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) berkaitan laporannya terhadap Calon Presiden (Capres)-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno.

“Kami dari Garda Nasional untuk Rakyat hadir di sini memenuhi undangan dalam rangka klarifikasi terkait pelaporan kami pada tanggal 4 oktober 2018,” kata Presidium GNR M. Sayidi sebelum memberikan keterangan di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

GNR melaporkan pasangan calon (Paslon) presiden-wakil presiden nomor urut 2 tersebut. Menurut GNR, duet Prabowo-Sandiaga telah melakukan kampanye hitam terhadap kandidat nomor urut 1 pada Pemilu 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Kampanye negatif yang dimaksud yakni penyebaran kebohongan aktivis demokrasi Ratna Sarumpaet, yang juga mantan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Ratna awalnya mengaku telah dianiaya sekelompok orang, yang belakangan dibantahnya.

Sayidi mengungkapkan pihaknya membawa dua saksi yang pengurus GNR. “Dua saksi yang kami hadirkan, Ucok Choir dan Wahyu,” tuturnya.

Baca Juga
1 daripada 30

Saat tiba di Kantor Bawaslu, para anggota GNR memperlihatkan kartu kuning. sebagai simbol peringatan kepada duet Prabowo-Sandiaga.

Menurutnya, kontestan Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019 dimaksud telah melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 23 Tahun 2018 Pasal 69, Ayat 1, poin B.

“Jadi ini adalah sebuah peringatan karena kami juga bukan eksekutor, hanya sifatnya mengingatkan. Semoga pemilu ke depan yang akan kita selenggarakan 6-7 bulan lagi berjalan aman, tenteram, tertib, langsung, bebas, rahasia,” ujar Ucok. (A.Riri/Re).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.